Wednesday, September 25, 2013

Gemar Sedekah, 19 Tahun Dikubur Jenazah Siti Masrinah Masih Utuh


TUBAN (voa-islam.com) - Penggalian makam untuk perluasan masjid yang berada di area makan Syekh Asy'ari, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban mengegerkan warga. Pasalnya, dalam pengalian area pemakanan itu ditemukan adanya satu jenazah yang digali masih dalam keadaan utuh, Sabtu (17/08/2013).


Jenazah yang masih utuh meski telah dimakamkan selama 19 tahun itu adalah almarhumah Siti Masrinah, yang meninggal pada tahun 1994 dengan usia saat itu 84 tahun. Almarhuman Masrinah merupakan warga Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, yang dikuburkan di area makam Syekh Asy'ari atau yang dikenal dengan Sunan Bejagung.



Pada saat menggali makam Siti Masrimah itu, Munasir, penggali makam merasa kaget karena papan penutup jenazah masih kondisi utuh.


Meski mengetahui papan penutup jenazah masih utuh, Munasir bersama dengan tiga orang lain juru penggali kubur di tempat tersebut tetap meneruskan pengaliannya. Sehingga mengetahui bahwa kondisi kain kafan jenazan Siti Masrimah tidak mengalami kerusakan sama sekali.


"Tidak seperti jenazah yang lainnya, saat digali papannya masih utuh. Setelah saya lihat ternyata jenazahnya juga masih utuh bersama dengan kain kafannya," ujar Munasir (50), kepala penggali kubur di makam Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban.



Keluarga mendiang Hj Siti Masrinah, pun angkat bicara. Mereka membeberkan kebiasaan almarhumah semasa hidupnya. Salah satunya adalah almarhum gemar membaca Al-quran dan berdzikir kepada Allah.  “Waktu itu penerangan tidak seperti sekarang, Ibu malam-malam suka baca Al quran menggunakan senter,” kata Kusnan Hariyadi (61), menantu mendiang.


Kusnan, yang merupakan suami dari anak ke 5 mendiang, yaitu Siti Sumini, menambahkan, selain gemar membaca Al quran, almarhum juga gemar berdzikir dan membaca shalawat. Disamping tidak pernah absen untuk melakukan shalat malam.  “Suka shalat malam juga,” ucap dia, menerangkan.


Siti Sumini sendiri mengatakan, ibunya saat hidup gemar sekali melakukan infaq maupun shodaqoh. Bahkan beberapa kali ibunya ditipu oleh orang yang menggarap lahan miliknya dengan cara bagi hasil, tapi selalu mengihlaskannya.


“Ibu suka Shodaqoh saat hidup,” kata Siti Sumini, saat berada di kompleks Makam Sunan Bejagung Lor, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.



Cerita lain, semasa hidup mendiang terkenal sebagai orang yang pandai bergaul. Bahkan beberapa orang yang saat itu dianggap sebagai sampah masyarakat pun menghormati beliau. Bahkan selalu menurut apabila di nasehati mendiang.


“Orang yang katanya tidak benar sama ibu dulu juga manut mas,” tambahnya.

Ketua Takmir Masjid, Ahmad Sholikin, juga mengatakan hal senada. Saat itu ada 17 makam terpaksa direlokasi dalam rangka perluasan Masjid Bejagung Lor. Pembongkaran dibagi dalam dua tahap, pada Minggu kemarin, pihaknya membongkar sembilan makam, dan sisanya akan berlangsung hari ini.



“Di hari pertama itulah, ada satu jasad wanita yang sudah meninggal 19 tahun tapi masih utuh dan mengeluarkan bau harum,” ujar Ahmad.

Apa Komen Anda?

1 comment :

Khir Khalid said...

Subhanallah.. sesungguhnya Allah itu maha adil & mengasihani..